Blender User Interface
Tuesday, June 30th, 2009
Penulis : admin

Salah satu hal yang paling penting dari seorang manusia adalah tampangnya, David Beckham gak bakal dinikahi Victoria kalo tampang dia kayak Thukul, …logis kan? demikian juga pada software 3D, tampang atau dalam bahasa bulenya adalah User Interface (UI), sangat berpengaruh dalam kemudahan pemakaian serta performa secara umum. Pada Blender, tampangnya emang gak gitu keren yah pas pasan lah, masih kalah dengan tampangnya Om Max sama tante Maya, tetapi tampang Blender bisa dibilang sangat unik, kenapa?

Pada keadaan default UI pada Blender akan tersusun atas :

  • 3 D view, tempat dimana objek akan ditampilkan dalam bidang 3D.
  • Button window, tempat hampir semua tombol tool dan menu beserta option untuk pengaturannya.
  • Header, adalah kepala dari sebuah window dimana kita bisa mengubah tipe window yang kita inginkan.
  • Menu, terdapat tombol-tombol menu seperti open, save, import, export dll.
  • Scene selector, scene adalah susunan layout UI yang telah didefinisikan sebelumnya atau kita bisa ciptakan sendiri, dengan scene selector kita bisa berpindah dari scene satu ke scene lainnya. Pada keadaan default ada 5 jenis scene yaitu modeling, animation, material, sequence dan scripting dimana masing-masing memiliki layout UI serta tool yang berbeda beda.

Dari komposisi diatas sepertinya biasa saja, yah karena masih default tetapi tampang itu bisa dirubah sesuai kebutuhan kita, itu karena UI Blender memiliki sifat :

Tipe window yang beragam
Pada Blender dikenal beragam tipe window, yang mengatur spesifik fungsi tertentu, misal 3D view yang menayangkan objek dalam bidang 3 dimensi, atau button window yang berisi kumpulan tombol-tombol perintah, total ada 16 tipe window yang bisa kita gunakan, sesuai kebutuhan.

Multiple windows
Jendela pada viewport Blender bisa dibelah-belah, dan diatur ke tipe window yang berbeda-beda, jadi kita bisa bikin windows sesuai yang kita mau tidak dibatasi oleh settingan yang kaku.

Customized UI
Bagai gadis yang di make over, tentu ajah bakal makin cling, UI pada Blender bisa dicustom/diatur, sesuai kebutuhan, dan pada setiap pengaturan bisa disave sebagai preset, dan bisa dipanggil kapan saja, ini bakalan bisa makin seru, karena disetiap fase produksi, misal memodel, meracik material, bahkan membuat animasi, UI bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Layout yang tidak konsisten
Hampir semua aplikasi 3d menggunakan layout yang konsisten, ya kalau toolboxnya di kanan ya mo emak lo pidah ke Arab tetep ajah tuh posisi toolbox kagak bakalan pindah ke atas atawa bawah, tetapi di Blender mengijinkan kita untuk menarohnya dimanapun kita mau, juga termasuk menyusun jendela yang merujuk pada proses produksi yang berbeda, semisal aja jendela material editor, 3d view serta render preview dalam satu tampilan terserah elo ma keluarga lo deh, itu semua dimungkinkan, ini bakal buat designer menjadi lebih fokus sama apa yang dia kerjakan dari pada di “paksa” mengikuti proses yang interface tawarkan, keadaanya sekarang dibalek, aplikasi yang akan menyesuaikan dengan “gaya” designer.

Blender 2.5, control over power Modelling tool

2 Responses to “Blender User Interface”

  1. LONNIE Says:


    PillSpot.org. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Best quality drugs.Special Internet Prices. Low price pills. Order drugs online

    Buy:100% Pure Okinawan Coral Calcium.Synthroid.Lumigan.Prevacid.Retin-A.Mega Hoodia.Zyban.Zovirax.Valtrex.Human Growth Hormone.Nexium.Petcam (Metacam) Oral Suspension.Prednisolone.Actos.Arimidex.Accutane….

  2. JAMES Says:


    MedicamentSpot.com. Canadian Health&Care.Best quality drugs.No prescription online pharmacy.Special Internet Prices. High quality pills. Order pills online

    Buy:Actos.100% Pure Okinawan Coral Calcium.Valtrex.Arimidex.Petcam (Metacam) Oral Suspension.Lumigan.Nexium.Prednisolone.Synthroid.Mega Hoodia.Accutane.Zovirax.Human Growth Hormone.Prevacid.Zyban.Retin-A….

Leave a Reply