<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>indoblender.org</title>
	<atom:link href="http://indoblender.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indoblender.org</link>
	<description>Media berbagi dan belajar bersama para pengguna Blender Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:47:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Rendering intro</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/rendering-intro/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/rendering-intro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rendering]]></category>

		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Rendering adalah proses menangkap segala sesuatu yang ada di dalam scene termasuk geometri, material, cahaya, lingkungan serta efek-efek yang terdapat didalamnya. WARNING!!! fase ini adalah sangat krusial karena akan menentukan apakah design anda masuk majalah atau tempat sampah..so linten carefully.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rendering adalah proses menangkap segala sesuatu yang ada di dalam scene termasuk geometri, material, cahaya, lingkungan serta efek-efek yang terdapat didalamnya. WARNING!!! fase ini adalah sangat krusial karena akan menentukan apakah design anda masuk majalah atau tempat sampah..so linten carefully.</p>
<p><strong>Blender internal</strong><br />
Pada keadaan default Blender telah dilengkapi dengan sebuah render engine (renderer), yaitu Blender Internal (BI), yang memiliki kemampuan dasar sebuah render engine, yaitu :</p>
<p>Blender Internal baru mampu untuk menkalkulasi efek cahaya langsung (direct lighting), dan belum mampu mensimulasikan efek pantulan cahaya (indirect illumination), karena Blender Internal baru mensuport local illumination dan tidak mensuport efek global illumination (GI).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/rendering-intro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lighting intro</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/lighting-intro/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/lighting-intro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lighting]]></category>

		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Lighting adalah sumber cahaya yang dibutuhkan dalam scene untuk menghasilkan hasil gambar yang realistic. Proses lighting setup membutuhkan pengetahuan yang cukup mendalam akan bagaimana cahaya itu berperilaku, sehingga proses ini menjadi satu hal yang dianggap paling sulit dalam dunia design 3D karena tidak ada patokan atau teori yang menjamin akan hasil yang benar-benar bagus.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lighting adalah sumber cahaya yang dibutuhkan dalam scene untuk menghasilkan hasil gambar yang realistic. Proses lighting setup membutuhkan pengetahuan yang cukup mendalam akan bagaimana cahaya itu berperilaku, sehingga proses ini menjadi satu hal yang dianggap paling sulit dalam dunia design 3D karena tidak ada patokan atau teori yang menjamin akan hasil yang benar-benar bagus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/lighting-intro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Material intro</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/material-intro/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/material-intro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Material &amp; Texture]]></category>

		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Material adalah karakter dari permukaan sebuah objek dalam interaksinya dengan cahaya. Hal itu mengartikan bahwa dengan material kita akan mengatur bagaimana sebuah permukaan itu akan bereaksi terhadap cahaya. Sebuah besi tentu saja memiliki karakter halus serta mengkilat, bahkan reflektif apabila terkena cahaya, lain dari kayu dengan permukaan bertekstur kasar serta tidak reflektif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="Default" style="text-align: justify; line-height: 115%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Material adalah karakter dari permukaan sebuah objek dalam interaksinya dengan cahaya. Hal itu mengartikan bahwa dengan material kita akan mengatur bagaimana sebuah permukaan itu akan bereaksi terhadap cahaya. Sebuah besi tentu saja memiliki karakter halus serta mengkilat, bahkan reflektif apabila terkena cahaya, lain dari kayu dengan permukaan bertekstur kasar serta tidak reflektif.</span></p>
<p class="Default" style="text-align: justify; line-height: 115%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Material akan memegang peranan besar dalam menghasilkan model yang realistis, kita harus memiliki naluri yang tinggi dalam meracik material seperti sifat aselinya di alam.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/material-intro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Modelling tool</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/modelling-tool/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/modelling-tool/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Modelling]]></category>

		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<category><![CDATA[modeling tool]]></category>

		<category><![CDATA[poligon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang paling dicari dari sebuah aplikasi 3D adalah kemampuannya dalam membuat model, apakah memiliki tools yang powerful sekaligus mudah dipakai untuk mengolah model sederhana sampai yang kopleks sekali, sementara 3DS Max masih dianggap sebagai aplikasi 3D yang memiliki workflow serta tools permodelan yang paling pas, dengan UI yang mudah digunakan serta tools yang beragam, software besutan Discreet ini mendapat porsi paling banyak di sektor industri arsitektural serta game 3D. Di ranah ini dimanakah posisi Blender berada?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal yang paling dicari dari sebuah aplikasi 3D adalah kemampuannya dalam membuat model, apakah memiliki tools yang powerful sekaligus mudah dipakai untuk mengolah model sederhana sampai yang kopleks sekali, sementara 3DS Max masih dianggap sebagai aplikasi 3D yang memiliki workflow serta tools permodelan yang paling pas, dengan UI yang mudah digunakan serta tools yang beragam, software besutan Discreet ini mendapat porsi paling banyak di sektor industri arsitektural serta game 3D. Di ranah ini dimanakah posisi Blender berada?</p>
<p>Sekilas UI Blender terutama modelling tool nya gak semewah 3DS Max, tidak ada tools operasi yang mendalam, hanya tool dasar seperti membelah poligon, Bevel, Subdivide dll, tidak ada tool yang mengagetkan bahkan seperti mahasiswi semester awal cenderung minimalis dan sederhana. Lalu bagaimana dengan performanya?</p>
<p><strong>Tools seleksi yang buruk</strong><br />
Sangat sedih mengatakannya, tetapi memang di sesi tools untuk seleksi, Blender menganut aliran yang gak biasa alias aneh, bayangkan untuk seleksi vertex misal, kita memakai klik kanan, dan untuk membuat rectangle selection kita harus tekan B terlebih dulu, juga untuk melakukan clear selection (unselect all) kita harus menekan tombol A, urusan yang seharusnya super simple dibuat menjadi kompleks, hingga bikin kagok, gak pernah ditemui metode ini pada aplikasi design apapun &#8230;.heran</p>
<p><strong>Kecepatan operasi poligon</strong><br />
untungnya kesederhanaan tools permodelan ditutup dengan kecepatan eksekusi, pada Blender ditekankan pada kita untuk memakai shortcut key dalam &#8220;mengambil&#8221; tools tersebut, juga teknik seperti loop subdivide, untuk memotong poligon secara loop (melingkar) dalam sekejap, atau knife subdivide (memotong poligon yg lebih random), juga teknik extrude yang &#8220;langsung&#8221; ditarik dengan mouse. Beberapa hal tersebut terbukti mampu mengeksekusi teknik permodelan dengan kilat.</p>
<p><strong>Shortcut keyboard komplit</strong><br />
Sepeti nasi goreng special, jelas komplit dengan telor, Blender pun memberi porsi special pada kita diurusan shortcut key, smua tool terutama operasi permodelan komplit ada sortcutnya, dan langsung bisa diaplikasikan tanpa setting beribet, juga masalah kendali viewport, menggunakan numpad seperti pada software design CAD.<br />
Tapi jangan kaget kalo mau ngesave bukan make CTRL+S lho&#8230;, tetapi CTRL+W, wakakkaka gak tau ide siapa ini, baru kale ini ada software mo ngesave make short cut yang gak lazim, juga jangan coba-coba melakukan klik kanan, karna gak bakal nongol dropdown menu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/modelling-tool/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blender User Interface</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/blender-user-interface/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/blender-user-interface/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 16:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<category><![CDATA[UI]]></category>

		<category><![CDATA[viewport]]></category>

		<category><![CDATA[window]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang paling penting dari seorang manusia adalah tampangnya, David Beckham gak bakal dinikahi Victoria kalo tampang dia kayak Thukul, ...logis kan? demikian juga pada software 3D, tampang atau dalam bahasa bulenya adalah User Interface (UI), sangat berpengaruh dalam kemudahan pemakaian serta performa secara umum. Pada Blender, tampangnya emang gak gitu keren yah pas pasan lah, masih kalah dengan tampangnya Om Max sama tante Maya, tetapi tampang Blender bisa dibilang sangat unik, kenapa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu hal yang paling penting dari seorang manusia adalah tampangnya, David Beckham gak bakal dinikahi Victoria kalo tampang dia kayak Thukul, &#8230;logis kan? demikian juga pada software 3D, tampang atau dalam bahasa bulenya adalah User Interface (UI), sangat berpengaruh dalam kemudahan pemakaian serta performa secara umum. Pada Blender, tampangnya emang gak gitu keren yah pas pasan lah, masih kalah dengan tampangnya Om Max sama tante Maya, tetapi tampang Blender bisa dibilang sangat unik, kenapa?</p>
<p class="Default" style="text-align: justify; line-height: 115%;"><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada keadaan default UI pada Blender akan tersusun atas :</span></p>
<ul>
<li><strong> 3 D view</strong>, tempat dimana objek akan ditampilkan dalam bidang 3D.</li>
<li><strong>Button window,</strong> tempat hampir semua tombol tool dan menu beserta option untuk pengaturannya.</li>
<li><strong>Header</strong>, adalah kepala dari sebuah window dimana kita bisa mengubah tipe window yang kita inginkan.</li>
<li><strong>Menu,</strong> terdapat tombol-tombol menu seperti open, save, import, export dll.</li>
<li><strong>Scene selector,</strong> scene adalah susunan layout UI yang telah didefinisikan sebelumnya atau kita bisa ciptakan sendiri, dengan scene selector kita bisa berpindah dari scene satu ke scene lainnya. Pada keadaan default ada 5 jenis scene yaitu modeling, animation, material, sequence dan scripting dimana masing-masing memiliki layout UI serta tool yang berbeda beda.</li>
</ul>
<p>Dari komposisi diatas sepertinya biasa saja, yah karena masih default tetapi tampang itu bisa dirubah sesuai kebutuhan kita, itu karena UI Blender memiliki sifat :</p>
<p><strong>Tipe window yang beragam</strong><br />
Pada Blender dikenal beragam tipe window, yang mengatur spesifik fungsi tertentu, misal 3D view yang menayangkan objek dalam bidang 3 dimensi, atau button window yang berisi kumpulan tombol-tombol perintah, total ada 16 tipe window yang bisa kita gunakan, sesuai kebutuhan.</p>
<p><strong>Multiple windows</strong><br />
Jendela pada viewport Blender bisa dibelah-belah, dan diatur ke tipe window yang berbeda-beda, jadi kita bisa bikin windows sesuai yang kita mau tidak dibatasi oleh settingan yang kaku.</p>
<p><strong>Customized UI</strong><br />
Bagai gadis yang di make over, tentu ajah bakal makin cling, UI pada Blender bisa dicustom/diatur, sesuai kebutuhan, dan pada setiap pengaturan bisa disave sebagai preset, dan bisa dipanggil kapan saja, ini bakalan bisa makin seru, karena disetiap fase produksi, misal memodel, meracik material, bahkan membuat animasi, UI bisa disesuaikan dengan kebutuhan.</p>
<p><strong>Layout yang tidak konsisten</strong><br />
Hampir semua aplikasi 3d menggunakan layout yang konsisten, ya kalau toolboxnya di kanan ya mo emak lo pidah ke Arab tetep ajah tuh posisi toolbox kagak bakalan pindah ke atas atawa bawah, tetapi di Blender mengijinkan kita untuk menarohnya dimanapun kita mau, juga termasuk menyusun jendela yang merujuk pada proses produksi yang berbeda, semisal aja jendela material editor, 3d view serta render preview dalam satu tampilan terserah elo ma keluarga lo deh, itu semua dimungkinkan, ini bakal buat designer menjadi lebih fokus sama apa yang dia kerjakan dari pada di &#8220;paksa&#8221; mengikuti proses yang interface tawarkan, keadaanya sekarang dibalek, aplikasi yang akan menyesuaikan dengan &#8220;gaya&#8221; designer.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/blender-user-interface/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blender 2.5, control over power</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/blender-25-control-over-power/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/blender-25-control-over-power/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 09:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[blender 2.5]]></category>

		<category><![CDATA[rilis blender]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Semakin gede kita, mainannya ya bakalan ganti dong, ya masak maenan boneka mulu&#8230; demikian jugak Yayasan Blender di Belande sono, rencananya akhir tahun 2009 ini mereka bakal merilis Blender 2.5 sebagai mainan baru mereka, isu-isu yang beredar sudah sejak lama ternyata dijawab dengan sebuah pernyataan yang menggembirakan dari Pabrik nya Blender langsung, sekitaran akhir February [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semakin gede kita, mainannya ya bakalan ganti dong, ya masak maenan boneka mulu&#8230; demikian jugak Yayasan Blender di Belande sono, rencananya akhir tahun 2009 ini mereka bakal merilis Blender 2.5 sebagai mainan baru mereka, isu-isu yang beredar sudah sejak lama ternyata dijawab dengan sebuah pernyataan yang menggembirakan dari Pabrik nya Blender langsung, sekitaran akhir February ini telah dikonfirmasi oleh mereka bahwa pengerjaannya sudah 70%  selesai, dan sisanya akan dikerampungkan sepanjang Maret - Agustus 09 ini, well..done guys, ini bakalan seru karena para Blenderis katanya akan disuguhi aplikasi yang bener-bener baru dan lebih hebat.</p>
<p><strong>Open Movie Project lagi..!!</strong><br />
Ketika kabar bahwa Yayasan Blender akan membuat Open Movie Project ke 3 mereka dengan code sandi &#8220;Durian&#8221;, mereka menjadwalkan tim developernya sudah masuk studio mulai 1 September, dengan tool kerja sudah menggunakan Blender 2.5 experimental, itu artinya &#8220;Benda&#8221; yang disebut sebut bakal bikin orang Autodesk ternganga itu beneran ada bahkan siap dites membuat pilem animasi 3D dengan spek idealis coba deh liat di sene, ini bakalan seroo sebuah aplikasi baru dan sudah proven membuat pilem keren.</p>
<p><strong>Perubahan yang Dramatis</strong><br />
Rilis Blender 2.5 ini terasa sangat istimewa, tidak kayak peralihan 2.48 ke 2.49 misalnya, yang hanya mengupdate fitur minor, B2.5 ini bakalan mengalami operasi besar2an lebih banyak dari yg pernah Michael Jackson lakukan, oke mari kita tengok perubahan apa aja itu :</p>
<ol>
<li>Window manager</li>
<li>Event System</li>
<li>Generic data API</li>
<li>Graph Editor</li>
<li>Threads Job Manager</li>
<li>UI Design Configuration</li>
<li>Operator</li>
<li>Animation System Upgrade</li>
<li>Dope Sheet</li>
<li>DLL</li>
</ol>
<p>Dari daptar diatas terlihat hampir semua lini engine dasar aplikasi ini berubah total, bahkan konon sampe di coding dari nol, tentu saja tujuan utama adalah menempatkan core engine Blender yang mumpuni serta lebih mudah diintegrasikan dengan engine luar, apabila core nya sudah terbangun maka fitur - fitur operasi bakalan menyusul.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/blender-25-control-over-power/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Durian, Open Movie Project</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/durian-open-movie-project/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/durian-open-movie-project/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 10:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[durian project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Yah&#8230;ini semua tentang sebuah harga diri&#8230;!!! itu mungkin yang sedang ada di benak para &#8220;pengurus&#8221; Yayasan Blender, karena tidak ada jalan lain untuk mengangkat Blender ke deretan aplikasi utama dalam produksi animasi kelas dunia selain membuat film dengan kualitas kelas dunia. Untuk itu maka dibuatlah proyek Open Movie Blender yang ke 3 setelah Elephant Dream [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://durian.blender.org/wp-content/uploads/2009/05/dw4_revoy_visu-prefinal02.jpg"><img class="alignleft" title="durian " src="http://durian.blender.org/wp-content/uploads/2009/05/dw4_revoy_visu-prefinal02.thumbnail.jpg" alt="" width="128" height="106" /></a>Yah&#8230;ini semua tentang sebuah harga diri&#8230;!!! itu mungkin yang sedang ada di benak para &#8220;pengurus&#8221; Yayasan Blender, karena tidak ada jalan lain untuk mengangkat Blender ke deretan aplikasi utama dalam produksi animasi kelas dunia selain membuat film dengan kualitas kelas dunia. Untuk itu maka dibuatlah proyek Open Movie Blender yang ke 3 setelah Elephant Dream dan Big Buck Bunny yaitu Durian Project!!!</p>
<p>Durian Project ini dicetuskan agak lebih cepat karena untuk menyambut lahirnya jabang baby Blender 2.5 pada akhir tahun 2009 ini, dan jadi sarana testing serta pembuktian bahwa Blender mampu dijadikan alat produksi animasi 3D kelas A. Kemudian setelah itu diharapkan mata dunia bisa sedikit berpaling kearah aplikasi 3D open source yang keren ini, nah manteb gak tuh &#8230;</p>
<p><strong>Diskripsi film</strong><br />
Dalam film kali ini akan ditampilkan sesuatu yang lain yaitu :</p>
<p>- Durasi : 5-8 menit<br />
- Genre : Action/war<br />
- Look/style : Epic story atawa macem gaya filem legenda kaya Troy, 300, atau hercules<br />
- Figur : Human/manusia realis (seperti yg terlihat di Final Fantasy), cewek sebagai tokoh utama<br />
- Modeling : High detail poligon, multires object (from sculpt)<br />
- Texture : high detail textur and extreme material<br />
- effect : explotion, hair and fur, smoke, fire, volumetrics &amp; explosions<br />
- Crowded animation</p>
<p>Dari daptar diatas terlihat betapa ambisiusnya projek ini, untuk mengejar hasil yang wah film yang rencana akan dirilis Maret 2010 ini maka awal September 09 ini mreka sudah menyortir para animator Blender seantero jagad untuk mengerjakannya dari 150an orang yang ndaptar diambil hanya 7 yang terbaik yang dirasa tepat untuk menggarap projek ambisius ini, siapa meraka bisa dilihat di <a href="http://durian.blender.org/news/we-proudly-present-the-durian-team/" target="_blank">sene</a>, mereka akan dikawal ketat oleh para dedengkot dari Yayasan Blender macam Ton Roosendaal, Producer (Netherlands), Campbell Barton, Technical Director (Australia), dan Brecht van Lommel, Software Developer (Belgium)</p>
<p><strong>Sponsor</strong><br />
Sponsor dari project ini memang belum sepenuhnya diumumkan tetapi DivX akan menjadi partner dalam packaging dan format dsitribusinya, tetapi kedepan akan segera didapat siapa yang akan menjadi sponsor utama proyek ini.</p>
<p><strong>Macem macem aplikasi open source</strong><br />
Durian Project ini dibangun dengan aplikasi yang seluruhnya Open source dengan pasukannya :</p>
<ul>
<li><a href="http://blender.org" target="_blank">Blender </a>: Modeling, animasi, Video editing</li>
<li><a href="http://gimp.org" target="_blank">Gimp</a> , <a href="http://www.koffice.org/krita/" target="_blank">Krita</a> <a href="http://mypaint.intilinux.com/" target="_blank">myPaint</a>: image editing, digital painting for texture dan post pro</li>
<li><a href="http://inkscape.org/" target="_blank">Inkscape</a> : texture</li>
<li><a href="http://www.python.org/" target="_blank">Python</a> : scripting</li>
<li>Linux desktop belum ditentukan tapi kayaknya ya <a href="http://ubuntu.org" target="_blank">Ubuntu</a> lah yaooww</li>
</ul>
<p>Yah sembari menunggu Duren runtuh mari kita membayangkan sebuah pilem macem Final Fantasy dengan gerak rambut yang super detil dan drama perkelahian yang penuh ledakan dan asep, tetapi dengan karakter macem yang terlihat di Tiger Wong atawa Pedang Maha Dewa, huhuhuhu&#8230;.bakal keren banget gak seh &#8230;.dan inget itu semua dibangun dengan aplikasi Open Source.</p>
<p>So Guys&#8230;selamat menati, berkhayal dan Hepi Blending &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/durian-open-movie-project/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blender 2.49a, rilis terakhir Orba</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/06/blender-249a-rilis-terakhir-orba/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/06/blender-249a-rilis-terakhir-orba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[UI]]></category>

		<category><![CDATA[rilis blender]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Sementara sebagian para developer di Blender Foundation sibuk menyiapkan Blender 2.5 yang konon bakal &#8220;memukau&#8221; itu, di sisi lain sebagian developer tetap meneruskan pengembangan Blender versi 2.49, dimana ini akan menjadi versi terakhir Blender Orde Lama karena sejak Blender 2.5 yang kelak di rilis, sudah merupakan aplikasi Orde Baru alias bener bener di develope ulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="blender 2.49a" src="http://www.blender.org/typo3temp/pics/1d6b7b4f44.jpg" alt="" width="320" height="181" />Sementara sebagian para developer di Blender Foundation sibuk menyiapkan Blender 2.5 yang konon bakal &#8220;memukau&#8221; itu, di sisi lain sebagian developer tetap meneruskan pengembangan Blender versi 2.49, dimana ini akan menjadi versi terakhir Blender Orde Lama karena sejak Blender 2.5 yang kelak di rilis, sudah merupakan aplikasi Orde Baru alias bener bener di develope ulang dari nol.</p>
<p>Rilis ini akan menjadi obat gemes para Blenderis dalam menunggu rilis Blender 2.5 yang dijanjikan akhir tahun ini, walau tidak banyak update berarti pada versi 2.49, tapi ini cukup merefleksikan mau seperti apa Blender di masa depan, yang pasti tetep kita akan temui fitur mengagetkan yang cukup menarik untuk dicoba, lagian Grateeeess lagi&#8230;..</p>
<p>Blender 2.49 yang telah dirilis 30 Mei 09 ini telah di&#8221;tambal&#8221; di versi 2.49a pada 21 Juni kemarin, mari kita tengok fitur2 update yang dibawa versi 2.49a ini :</p>
<ol>
<li>Video texture</li>
<li>Real time dome rendering</li>
<li>Game engine speed up</li>
<li>Bullet physics</li>
<li>Game Engine Modifier Support</li>
<li>Improved Game Logic and Python API</li>
<li>Texture Nodes</li>
<li>Projection Painting</li>
<li>Etch-a-ton armature sketching</li>
<li>Boolean improvements</li>
<li>JPEG2000 support</li>
<li>Python Script extensions</li>
<li>Featurettes &amp; Fixes</li>
<li>&#8230;&#8230;&#8230;fitur komplitnya bisa didapet di <a href="http://www.blender.org/development/release-logs/blender-249/" target="_blank">sene</a></li>
</ol>
<p>Dari daftar rilis fitur fitur baru tersebut memang lebih banyak ke game engine support, daripada ke bidang produksi animasinya, ini mengindikasikan Blender ingin mengarahkan produknya cukup menggigit di bidang game production.</p>
<p>Hal ini mungkin akan ditanggapi dingin oleh para animator karena memang tidak ada yg berubah signifikan disisi animasinya, tetapi ya lumayan lah untuk pemanasan migrasi ke 2.5 yang kagak kelar-kelar itu, tetapi bagi para game developer mungkin cukup menarik juga menerapkan tawaran fitur baru diatas, macem Video texture yang mengijinkan kita majang gambar bergerak pada material sebuah bidang, atawa Projection Painting yang membuat kita gak perlu menerapkan teknik Wrap saat melakukan painting texture di proyeksi 3D, itu bisa jadi hal menarik yang harus dicoba.</p>
<p>Oke Guys selamat mengunduh Blender versi 2.49a di <a href="http://www.blender.org/download/get-blender/" target="_blank">sene</a> and Hepi Blending&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/06/blender-249a-rilis-terakhir-orba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Blender on Teknik Elektro UGM</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/05/workshop-blender-on-teknik-elektro-ugm/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/05/workshop-blender-on-teknik-elektro-ugm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 05:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[linux]]></category>

		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Blender memang telah menjadi tanda tanya dimana saja? apakah ini software mampu menjawab kebutuhan produksi karya 3D khususnya di kalangan para mahasiswa teknik? untuk menjawab hal tersebut komunitas pengguna Linux Ubuntu di fakultas Teknik UGM mengadakan workshop yang didalamnya adalah pengenalan Linux Ubuntu rilis terbaru &#8220;Jaunty Jackalope&#8221; dengan demo aplikasi Blender versi 2.48a yang running [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indoblender.org/wp-content/uploads/2009/05/hepi-blending.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-57 alignleft" title="hepi-blending" src="http://indoblender.org/wp-content/uploads/2009/05/hepi-blending-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Blender memang telah menjadi tanda tanya dimana saja? apakah ini software mampu menjawab kebutuhan produksi karya 3D khususnya di kalangan para mahasiswa teknik? untuk menjawab hal tersebut komunitas pengguna Linux Ubuntu di fakultas Teknik UGM mengadakan workshop yang didalamnya adalah pengenalan Linux Ubuntu rilis terbaru &#8220;<a href="https://wiki.ubuntu.com/JauntyJackalope" target="_blank">Jaunty Jackalope</a>&#8221; dengan demo aplikasi Blender versi 2.48a yang running di  platform Ubuntu.<span id="more-56"></span></p>
<p>Berikut keterangan acara :</p>
<p>Acara : Workshop Ubuntu dan Blender<br />
Waktu dan tanggal : Sabtu, pukul 10:00 WIB, 2 Mei 2009<br />
Tempat : Ruang Lab Komputer Teknik Elektro UGM<br />
Audien : Mahasiswa Elektro dan Teknik</p>
<p>Tentu saja Indoblender.org yang menjadi pengisi acara workshop tersebut, di wakili oleh <a href="http://donyignaz.com" target="_blank">Dony Ignaz</a> yang merupakan pendiri sekaligus ketua komunitas Indoblender. Dalam kesempatan kemunculan perdana dalam khalayak umum ini, kita coba akan mengenalkan Blender dari sisi umum, itu artinya fokus review akan berkisar pada pengenalan fitur-fitur dasar macam UI, Modeling tool and concept, Material and texture editor, light rigging,  dan basic rendering. Walaupun cuma fitur dasar yang direview tetapi study kasus yang diangkat tidaklah sesepele membuat mangkok atau gelas, tetapi lebih rumit lagi yaitu mungkin membangun sebuah mobil sport atau kalau masih memungkinkan membangun sebuah model organik macam kepala manusia.</p>
<p>Dalam kesempatan ini panitia juga akan membagi bagikan CD instaler Ubuntu, serta Blender gratis, oleh karena itu elo-elo yang ngerasa kuliah di Fak Teknik UGM buruan samperin panitia ato dateng aje pas acaranya, kalian yang gak kul disana pun nekad aje dateng, panitia juga gak bakalan nanya? <img src='http://indoblender.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Well acara ini sebenarnya &#8220;cuma&#8221; pemanasan karena tepat 1 minggu depannya yaitu tgl 9 Mei 09, ada Jaunty Rrelease Party di Univ Sanata Dharma yang so paste acaranya bakal 10 x lipet lebih gede n tentu saja dahsyat, mo tau lebih banyak ? klik di <a href="http://wiki.ubuntu-id.org/JRPJogja" target="_blank">sene</a></p>
<p>Woke para Blenderis !!!! Happy Blending &#8230;.!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/05/workshop-blender-on-teknik-elektro-ugm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blender setting</title>
		<link>http://indoblender.org/2009/04/blender-setting/</link>
		<comments>http://indoblender.org/2009/04/blender-setting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 06:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoblender.org/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[
McLaren Mercedes mengeluarkan pernyataan soal insiden antara Lewis Hamilton dan Jarno Trulli di GP Australia. Namun FIA keukeuh pada pendirian kalau Silver Arrows telah memberi informasi menyesatkan.

Jelang berakhirnya GP Australia akhir pekan lalu, Lewis Hamilton yang duduk di posisi empat menyalip Jarno Trulli saat safety car berada dalam lintasan. Hal tersebut dilakukan Hamilton lantaran pembalap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>McLaren Mercedes mengeluarkan pernyataan soal insiden antara Lewis Hamilton dan Jarno Trulli di GP Australia. Namun FIA <em>keukeuh</em> pada pendirian kalau Silver Arrows telah memberi informasi menyesatkan.<br />
<span id="more-47"></span><br />
Jelang berakhirnya GP Australia akhir pekan lalu, Lewis Hamilton yang duduk di posisi empat menyalip Jarno Trulli saat <em>safety car</em> berada dalam lintasan. Hal tersebut dilakukan Hamilton lantaran pembalap Italia itu tengah tergelincir ke luar trek yang membuat Hamilton &#8220;mau tak mau&#8221; harus mendahului Trulli.</p>
<p>Tak lama berselang, saat balapan masih tertahan karena keberadaan safety car di lintasan, Hamilton melambatkan mobilnya untuk membiarkan Trulli mendahuluinya naik ke posisi tiga. Hal tersebut dilakukan Hamilton atas perintah timnya melalui komunikasi radio.</p>
<p>Sebagaimana diklaim McLaren, mereka meminta Hamilton melakukan hal tersebut demi &#8220;bermain aman&#8221; dan menghindari kemungkinan munculnya sanksi karena sang juara dunia menyusul Trulli saat balapan dalam kendali <em>safety car</em>, meski faktanya saat itu pembalap Toyota itu sedang tergelincir ke luar lintasan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoblender.org/2009/04/blender-setting/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
